PERUBAHAN WARNA DAGING IKAN

Posted in Uncategorized on April 16, 2018 by eafrianto

Umumnya ikan memiliki warna daging putih hingga semu kemerahan.  Namun beberapa ikan memiliki warda daging merah, seperti ikan tuna, salmon dan janggilus.  Tentu saja warna daging menjadi penting karena dapat memperkaya kenampakan produk olahan.

Masyarakat Jepang menyukai produk olahan ikan yang memiliki warna daging alami. Produk sushi dan sushimi disajikan dengan beraneka warna daging sehingga menimbulkan selera untuk mengkonsumsinya.  Warna daging juga dapat digunakan untuk menidentifikasi produk olahan atau bahan baku yang digunakan.   Baso cumi memiliki kecenderungan warna putih bersih, baso ikan cenderung putih keruh, sedangkan baso udang berwarna putih kemerahan.

Warna daging ikan yang berwarna merah disebabkan oleh adanya senyawa haemoglobin dalam dagingnya.  Dalam kondisi lingkungan mengandung oksigen tinggi, akan terbentuk mioglobin yang berwarna ungu, namun bila kandungan oksigen di lingkungan menurun akan terbentuk oksimioglobin yang berwarna merah cerah (Gambar 1).

Perubahan warna daging

Gambar 1.  Perubahan warna daging merah karena reaksi antara

 

CARA MENDAPATKAN PANGAN YANG AMAN

Posted in Uncategorized on Maret 27, 2018 by eafrianto

Membeli pangan yang aman adalah tujuan utama konsumen.  Kriteria yang digunakan konsumen sering berbeda dengan dengan ahli pangan.  Seringkali kenampakan yang menarik dan potongan harga menjadi kriteia utama dalam pemilihan bahan baku atau produk pangan.

Bahan pangan kadaluarsa yang diberi sentuhan pencucian, pemanasan, pewarnaan, pemanasan dan berbagai perlakuan lainnya sering dipasarkan layaknya bahan pangan yang “aman” dan murah. Daging yang dicuci menggunakan pemutih dan direndam dalam darah segar akan terlihat seperti daging segar.  Ikan kakap hitam yang dicelup ke pewarna merah akan terlihat sebagai ikan “kakap merah” berharga murah.  Ikan yang sedang mengalami otolisis dijual dalam bentuk olahan siap saji, sehingga menimbulkan selera bagi konsumen untuk membelinya.

Potongan harga juga sering menarik minat konsumen untuk membeli bahan atau produk pangan yang sebenarnya sudah mengalami kemunduran kualitas.  Potongan harga, Up to, Cuci gudang, atau “Gratis digoreng” merupakan istilah yang sering terlihat di pasar swalayan untuk memancing minat konsumen membali bahan atau produk pangan.

Untuk mendapatkan bahan atau produk pangan yang aman dikonsumsi, sebaiknya konsumen memiliki bekal pengetahuan yang memadai mengenai bahan atau produk pangan. Pengetahuan tersebut meliputi :

1.   Karakterisik Bahan atau Produk Pangan

Pengetahuan mengenai karakteristik bahan atau produk pangan berkualitas merupakan langkah awal untuk mendapatkan bahan atau produk pangan yang aman dikonsumsi.  Karakteristik bahan dan produk pangan dapat diketahui berdasarkan sifat fisik, kimiawi, biologis dan organoleptik.

Langkah awal untuk menentukan karakteristik bahan atau produk pangan dapat dilakukan berdasarkan karakteristik organoleptik.  Selain hasilnya cepat diketahui, keuntungan lainnya tidak memerlukan peralatan dan bahan kimia. Panca indera yang dimiliki sudah memadai untuk menilai karakteristik bahan atau produk pangan.

Kenampakan dan aroma merupakan langkah awal yang dapat digunakan untuk menentukan karakteristik bahan atau produk pangan yang masih aman dikonsumsi, tanpa perlu menyentuhnya.  Apabila terlihat perut ikan sudah pecah, matanya keruh cekung atau hilang, atau berbau kurang sedap, sebaiknya urungkan niat untuk membelinya.

Meningkatnya jumlah lendir merupakan indikator menurunnya kesegaran ikan.  Namun perlu diingat bahwa ikan gabus akan segera melepas lendirnya saat baru ditangkap, namun belum mengalami penurunan kesegaran.  Lendir di permukaan tubuh ikan bertambah banyak, berubah warna  menjadi keruh.  Pada kondisi lebih lanjut, akan hilang aroma khas ikan dan mulai timbul aroma busuk.

 

2.   Batas Kadaluarsa

Masih ada konsumen yang mau mengkonsumsi meskipun produk pangan sudah kadaluarsa atau mendekati kadaluarsa.  Periksalah tanda-tanda telah terjadinya penurunan kesegaran atau pembusukan pada bahan atau produk pangan.  Meskipun batas kadaluarsa belum terlewati, adanya tanda-tanda penurunan kesegaran atau pembusukan sebaiknya dianggap ancaman serius untuk mendapatkan pangan yang aman.

Bau busuk, kemasan yang sobek, menggelembung  atau berkarat merupakan indikator bahwa bahan atau produk pangan sebaiknya tidak dikonsumsi lagi, meskipun belum melampaui batas kadaluarsa.

Hindari mempertaruhkan kesehatan dan jiwa atas kecerobahan dan ketidaktelitian saat membaca informasi pada kemasan.

3.   Mencermati Informasi pada Kemasan

Informasi pada kemasan merupakan media komunikasi antara produsen dan konsumen.  Biasakan untuk membaca informasi tersebut secara cermat.  Saran penyajian, bahan yang terkandung dan cara penyimpanan merupakan contoh informasi yang dapat diperoleh pada kemasan.

BUDIDAYA LELE SISTEM AKUAPONIK

Posted in Uncategorized on Mei 24, 2015 by eafrianto

Budidaya lele sistem akuaponik telah disosialisasi ke masyarakat di Desa Pangliaran dan Desa Pancawangi, Kecamatan Pancatengah, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat.  Hasil yang diperoleh lebih baik dibandingkan dengan budidaya lele secara tradisional.  Dengan padat tebar hingga 300 ekor lele per meter persegi, produksi lele dengan sistem akuaponik memiliki panjang tubuh (5,17 cm) relatif sama dengan pada penebaran 200 ekor per meter persegi pada sistim tradisional (5,33 cm), namun memiliki kelangsungan hidup (99,39%) lebih baik dibandingkan sistim tradisional (97,50%).  Keunggulan sistem akuaponik adalah kualitas air budidaya lebih baik dibandingkan sistem tradisional, karena kandungan amonia dan nitrit yang berbahaya lebih rendah, sedangkan kandungan senyawa nitrat yang diperlukan oleh tanaman relatif tinggi.  Dengan demikian, selain ikan, sistim akuaponik juga menghasilkan produk sampingan berupa tanaman.

MATERI KULIAH BIOTEKNOLOGI PERIKANAN

Posted in Uncategorized on Oktober 12, 2014 by eafrianto

Materi kuliah bioteknologi perikanan dapat didownload disini :

1) Bioteknologi Perikanan

2) Biopreoses perikanan

PERJALANAN DI MAKASAR

Posted in Uncategorized on September 23, 2014 by eafrianto

CAM00538 CAM00539 CAM00540 CAM00542 CAM00544 CAM00546 CAM00547 CAM00549 CAM00551 CAM00552 CAM00555 CAM00558 CAM00559 CAM00565 CAM00578 CAM00579 CAM00582 CAM00594

LOKAKARYA PENYUSUNAN KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI

Posted in Uncategorized on Oktober 12, 2013 by eafrianto

Lokakarya penyusunan Kurikulum Berbasis Kompetensi telah dilakukan oleh Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran pada tanggal 11-12 Oktober 2013 di Hotel BTC, Bandung.  Lokakarya yang diikuti oleh dosen Prodi Perikanan dan Prodi Ilmu Kelautan telah berhasil membuat keterkaitan antara profil, kompetensi lulusan dan mata kuliah.Gambar

GambarGambar

IMG_0709 IMG_0710 IMG_0711 IMG_0712 IMG_0714 IMG_0718 IMG_0722 IMG_0723 IMG_0726 IMG_0727 IMG_0728 IMG_0729 IMG_0707 IMG_0706 IMG_0705 IMG_0704

HBD ke-52

Posted in Uncategorized on April 2, 2013 by eafrianto

HBD ke-52 bertepatan dengan kegiatan praktikum Manajemen Mutu Terpadu.  Asisten Praktikum yang care dan kreatif secara diam-diam membuat kejutan.  Ada nuansa keharuan.  Terima kasih kepada semuanya.

GambarGambarGambar