5 Kunci Sukses Multitasking

Oleh : Bundapreneur

Lima menit sebelum berangkat ke lokasi KKNM Unpad, saya coba buka email, ternyata ada kiriman artikel sahabat saya , Sumber : Arief Maulana.com Link Artikel : http://ariefmaulana.com/5-kunci-sukses-multitasking,  mengenai 5 kunci sukses multitasking.  Artikel tersebut merupakan hadiah spesial dari Bundapreneur.  Sahabat saya mengirimkan artikel tersebut dan karena isinya penting bagi kita semua, maka artikel tersebut saya muat kembali seutuhnya di blog saya agar dibaca oleh yang lainnya.  Berikut artikel lengkapnya…

Selamat Ulang Tahun AM.com dan Mas Arief juga….

Kalau blog tetangga sebelah Ariefmaulana.com memberi hadiah special artikel untuk mas Arief (yang sebenarnya untuk ngisi blog dia juga yah hahaha). Bunda mau kasih hadiah istimewa.

Yang special untuk seorang blogger seperti mas Arief adalah menuliskan satu artikel lagi untuk blognya. Sebenarnya susah untuk saya menulis ini, tapi karena permintaan di hari ulang tahunnya (as your wish Arief🙂 ). Karena saya mengenal mas Arief juga dari blog motivasi yang bagus ini, interaksi di Facebook dan komunikasi dengan YM, membuat saya sedikit (masih sedikit looh :) ) lebih mengenal dia.

Ketika berkomunikasi dalam YM, mas Arief sering bertanya, saya sedang apa. Apakah saya sedang sibuk. Yah tergantung keadaan, sebagai ibu rumah tangga, pekerjaan utama saya tentu di rumah, mengurus keluarga. Jadi jawaban saya tergantung waktu.

Mungkin jawaban saya membingungkan. Karena pada saat chat, saya juga sedang melakukan beberapa kegiatan yang lain. Kalau teman saya bilang lagi gaya gurita. Dengan multi-tentacles yang dimiliki, bisa melakukan beberapa hal sekaligus. Tapi Alhamdulillah, Tuhan memberi saya kesempurnaan bentuk dengan dua tangan. Dan ketika saya memasang status di facebook “tanganku ada dua”….teman-teman saya tahu, pasti saya sedang sangat sibuk.

Maaf Mas Arief, saya merasa jauh dari sempurna untuk bisa menuliskan ini. Tapi ada beberapa hal yang mungkin bisa menjadi sesuatu yang bermanfaat jika saya bagi untuk orang lain. Inti dari kemampuan untuk multitasking, adalah pada manajemen waktu dan manajemen pikiran.

Dari berbagai literature, kita bisa pahami, bahwa manajemen adalah suatu skill dan juga art (kecakapan dan seni) untuk melakukan beberapa fungsi manajemen (perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan) sehingga tercapai apa yang diharapkan.

Dalam manajemen umum hal ini dilakukan dengan dan melalui orang lain. Tapi untuk manajemen diri, maka tentunya diri kita yang menjadi kunci segalanya.

|

#1. Buat rencana harian, mingguan, bulanan, tahunan.

Dalam perencanaan tentunya ada tujuan dan sasaran yang ingin dicapai. Sederhana saja, misalnya hari ini saya harus mengajar jam 08.00, maka saya harus mengatur jadwal agar jam 07.45, saya sudah ada di kampus. Rencanakan sehari sebelumnya, esok akan dimulai dengan tugas apa saja. Tapi saya juga fleksibel dengan rencana. Jika masih bisa digeser, maka bisa beradaptasi dengan perubahan mendadak. Contoh sederhana, rencananya mau masak rendang, tapi ga ada yang jual kelapa, bukan berarti ga jadi masak khan…

|

#2 . Buat prioritas yang dipikirkan.

Mungkin susah yah, untuk memikirkan beberapa hal sekaligus. Otak manusia pun terbatas. Tapi dengan pembiasaan, maka otak juga akan mengikut ritme kita. Ketika saya sedang menulis ini, sebenarnya saya juga sedang mengerjakan hitungan statistic untuk penelitian yang harus segera selesai.

Tapi ketika mas Arief meminta saya menulis pada jam 01.30 pagi hahahaha….., saya tidak mau mengabaikan lintasan pikiran yang ada di benak saya. Dan segera saya tulis, takut hilang. Tapi yang saya tulis hanya poin pentingnya saja. Sementara saya kembali memikirkan pekerjaan saya. Dan pada saat yang sama saya juga masih chat dengan beberapa orang teman yang memiliki jam siang di negaranya. Dan sesekali, melihat anak-anak yang sedang tidur, membetulkan selimut dan posisi mereka, membuatkan susu untuk si kecil.

Prioritas saya yang mana? Tentunya memikirkan mengerjakan pekerjaan saya. Tapi bukan berarti saya mengabaikan hal yang lain. Bagaimana membuat prioritas pikiran? Ibaratnya mengisi sebuah bejana dengan batu. Mulai dengan batu besar, kerikil dan pasir. Maka seluruhnya akan bisa masuk. Muali dengan yang besar, sedang dan yang kecil. Mana yang sebaiknya kita pikirkan dengan serius, mana yang hanya sekedar dalam lintasan pikiran. Dan sedapat mungkin segera ditulis. Walau itu hanya memikirkan, besok masak apa yah…

|

#3. Buat Urutan kerja.

Bagi saya, ini juga penting. Jika kita tidak bisa mengurutkan pekerjaan, maka semuanya akan mejadi sangat tidak efisien dan tidak efektif. Efisien bisa disebut sebagai : hemat waktu, tenaga, uang. Efektif bisa juga dikatakan sebagai : tepat waktu, hasil yang sesuai. Jika bisa mencuci baju dengan mesin cuci, jangan habiskan waktu dengan menunggu. Lakukan pekerjaan yang lain. Jika masak air, jangan ditungguin airnya, lakukan yang lain.

Ini adalah masalah bagaimana kita membagi waktu untuk melakukan beberapa pekerjaan yang bisa sekaligus dilakukan. Sambil menulis misalnya, tapi sambil menyuapi anak yang kecil. Dan bisa tetap mengajaknya melakukan permainan sederhana. Kuncinya kembali ke manajemen pikiran, hehehe… saya pun kadang juga suka lupa koq. Nah, kalau lagi merebus air, jangan ditinggal jauh-jauh. Pikiran tetap harus ingat “saya sedang merebus air” walau sedang mengerjakan yang lain.

|

#4. Jangan serakah, ukur kemampuan.

Manusia memiliki keterbatasan masing-masing. Jika saya bisa, belum tentu orang lain bisa. Jika saya tidak bisa, saya yakin orang lain bisa. Jika hanya mampu melakukan dua hal, jangan paksakan diri untuk melakukan empat hal. Karena hasilnya tidak akan optimal. Saya menyadari, banyak hal yang menjadi tidak sempurna. Namun ada beberapa keadaan yang membuatnya memang harus dilakukan secara bersamaan. Kadang kita merasa serakah, semua mau dilakukan. Tapi dengan memaksa semuanya urut dalam barisan prioritas kerja dan pikiran, maka satu demi satu bisa diselesaikan.

|

#5. Jangan abaikan kecerdasan ragawi.

Pikiran yang sehat, jiwa yang sehat, ada dalam raga yang sehat. Jika banyak pekerjaan yang harus dilakukan, maka beri perhatian pada raga. Jangan sekali-kali diabaikan. Bagaimana kita akan sanggup melakukan beberapa pekerjaan sekaligus jika fisik tidak mendukung.

Ada masanya kita diberi sakit, agar beristirahat. Namun selama bukan pikiran yang sakit, maka tetap bisa melakukan beberapa pekerjaan sederhana. Mas Hengky tetap menulis di blognya, walau di tangannya tertancap infus. Melakukan apapun yang sifatnya multi (berkali-kali atau beberapa) harus dengan cerdas menggunakan energy. Tarik nafas panjang (inhale, exhale gituu)…dan tersenyum. …(ahhh kurang lebar senyumnya :) )

Teman-teman, rasanya lima poin itu saja sudah cukup, saya pun merasa tidak sempurna dan tidak layak menulis ini (karena diminta dengan sangat aja neh, sama yang punya blog). Selebihnya adalah sering berlatih. Sekali lagi, selamat Ulang Tahun untuk Am.com, terimakasih, blog ini dan seluruh pengunjungnya memberi banyak hal buat saya. Dan dari semua ini, yang paling berkesan bagi saya adalah berteman dengan banyak orang di dunia maya.

Sukses untuk Anda.

Terima kasih Mas Arief dan Bundapreneur

Satu Tanggapan to “5 Kunci Sukses Multitasking”

  1. terima kasih sudah memuat ulang.
    Mohon untuk dicantumkan keterangan berikut di bawah artikel :

    Sumber : Arief Maulana.com
    Link Artikel : http://ariefmaulana.com/5-kunci-sukses-multitasking

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: