SUSUT BOBOT

Ikan yang diangkut dari lokasi budidaya ke lokasi tujuan sering mengalami susut bobot.  Hal ini sering dikeluhkan oleh konsumen, karena merasa dirugikan.  Reaksi pertama biasanya mencurigai penjual.  Timbangannya tidak akurat, airnya ikut ditimbang dan sebagainya… dan sebagainya.

Bila kita cermati secara arif, semua kecurigaan tersebut tidak berdasar.  Mungkin saja kecurigaan tersebut benar, tetapi kalau tidak? Apakah kita tidak memiliki jawaban yang sedikit ilmiah?  Ada satu kajian yang cukup relevan untuk menjelaskan mengapa terjadi susut bobot ikan selama pengangkutan.

Ikan mengalami stress selama pengangkutan.  Penyebab stressnya macam-macam.  Suhu lingkungan, kepadatan ikan dalam wadah pengangkutan, feses dan urin yang dihasilkan, jalannya kurang mulus, lamanya waktu pengangkutan, bunyi klakson mobil atau lainnya dan banyak faktor lain yang dapat meningkatkan stress ikan.

Selama ikan hidup membutuhkan energi.  Kebutuhan energi ini terus meningkat tajam selama ikan stress.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebutuhan energi ikan yang mengalami stress adalah 250 kali lipat ikan yang tidak mengalami stress.  Darimana ikan mendapatkan energi?  Tentu saja dari cadangan energi yang dimiliki.

Selama dalam pengangkutan, ikan tidak mendapatkan makanan.  Beberapa petani ikan sudah mempuasakan ikannya 1-2 hari sebelum diangkut.  Dengan demikian, kebutuhan energi untuk mengatasi stress sepenuhnya mengandalkan cadangan energi yang dimiliki.

Cadangan energi pada ikan terdapat dalam bentuk karbohidrat (glikogen), lemak dan protein.  Bila energi digunakan, maka tubuh akan kehilangan karbohidrat, lemak dan protein.  Meskipun terjadi susut bobot, namun kalau diperhatikan, ukuran tubuh ikan tidak berubah menjadi lebih kecil.  Ini berarti ada senyawa lain yang menggantikan tempat karbohidrat, lemak dan protein, sehingga ukuran ikan tidak berubah.  Hasil penelitian membuktikan bahwa keberadaan ketiga sumber energi tersebut digantikan oleh air.  Berat molekul (BM) karbohidrat, lemak dan protein lebih besar dibandingkan air yang hanya 18.  Itulah sebabnya, mengapa ikan mengalami susut bobot selama pengangkutan meskipun ukuran tubuhnya tidak berubah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: