BUDIDAYA LELE SISTEM AKUAPONIK

Budidaya lele sistem akuaponik telah disosialisasi ke masyarakat di Desa Pangliaran dan Desa Pancawangi, Kecamatan Pancatengah, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat.  Hasil yang diperoleh lebih baik dibandingkan dengan budidaya lele secara tradisional.  Dengan padat tebar hingga 300 ekor lele per meter persegi, produksi lele dengan sistem akuaponik memiliki panjang tubuh (5,17 cm) relatif sama dengan pada penebaran 200 ekor per meter persegi pada sistim tradisional (5,33 cm), namun memiliki kelangsungan hidup (99,39%) lebih baik dibandingkan sistim tradisional (97,50%).  Keunggulan sistem akuaponik adalah kualitas air budidaya lebih baik dibandingkan sistem tradisional, karena kandungan amonia dan nitrit yang berbahaya lebih rendah, sedangkan kandungan senyawa nitrat yang diperlukan oleh tanaman relatif tinggi.  Dengan demikian, selain ikan, sistim akuaponik juga menghasilkan produk sampingan berupa tanaman.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: